Dosen Poltekkes Kemenkes Mamuju Luncurkan Inovasi NUBY untuk Edukasi Gizi Remaja

Uncategorized137 Dilihat

Mamuju, farsa.ID – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Mamuju memperkenalkan aplikasi inovatif bernama NUBY, singkatan dari ‘Nutrition for Bright Youth,’ yang dirancang khusus untuk mendukung kesehatan gizi para remaja.

Aplikasi berbasis Android ini hadir sebagai solusi edukasi sekaligus pemantauan gizi bagi generasi muda, lahir dari kesadaran mendalam para pengajar akan pentingnya nutrisi seimbang dalam pertumbuhan remaja.

Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Mamuju, Nurbaya, sebagai inisiator utama, menjelaskan bahwa NUBY tidak hanya memudahkan pengguna menghitung status gizi—mulai dari indeks massa tubuh hingga nutrisi harian—tetapi juga mengedukasi remaja tentang pentingnya pola makan sehat. “Kami ingin para remaja memiliki pengetahuan dasar mengenai gizi yang dapat mereka praktikkan sehari-hari,” ungkap Nurbaya.

Sesi sosialisasi perdana digelar di SMAN 2 Mamuju pada 17 Oktober 2024, dihadiri puluhan siswa, termasuk pengurus OSIS, kader UKS, serta guru pendamping, yang mengikuti acara dengan antusias. Menurut Nurbaya, ini hanyalah langkah awal. Ia berharap ke depan, NUBY dapat diperkenalkan di lebih banyak sekolah, memperluas jangkauan edukasi gizi ke seluruh remaja di wilayah Mamuju.

Para siswa tidak hanya menerima edukasi terkait penggunaan NUBY; Poltekkes Kemenkes Mamuju juga menyediakan perangkat pendukung, seperti microtoice dan timbangan digital, guna mendukung pemantauan status gizi secara mandiri di sekolah. Yusuf, pembina UKS SMAN 2 Mamuju, mengapresiasi upaya ini. “Dengan alat pendukung ini, kami bisa melakukan pemantauan kesehatan secara rutin, yang tentu sangat bermanfaat bagi kesehatan siswa,” tuturnya.

Mendapatkan NUBY pun mudah. Aplikasi ini tersedia di Playstore, dan pengguna bisa langsung menggunakannya setelah mendaftar. Nurbaya berharap, dengan inovasi ini, remaja dapat mulai membentuk kebiasaan makan yang lebih sehat.

Program ini mencerminkan komitmen Poltekkes Mamuju untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih sehat dan mendidik generasi muda agar peduli terhadap gizi mereka—sebuah modal kesehatan yang akan mereka bawa sepanjang hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *