Taruna Ikrar ke Batam; BPOM Jaga Obat dan Makanan Aman, Bermutu serta Terjangkau Jelang Idulfitri 1447 H

Berita254 Dilihat

BATAM, FARSA.ID – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, terjun langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik strategis di Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (17/3/2026). Langkah progresif ini bertujuan memastikan keamanan pangan dan ketersediaan obat-obatan esensial bagi masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Taruna Ikrar yang didampingi Staf Khusus BPOM RI, dr. Wachyudi Muchsin, menyisir berbagai fasilitas mulai dari industri manufaktur, gudang distribusi besar, hingga pusat perbelanjaan modern dan pasar tradisional. Kehadiran pimpinan tertinggi BPOM ini menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak berkompromi terhadap kualitas produk yang dikonsumsi publik selama bulan suci.

“Kami hadir untuk memastikan warga mendapatkan obat dan makanan yang aman, bermutu, serta terjangkau harganya. Terutama pada momentum Ramadan dan Idulfitri, di mana permintaan kebutuhan pokok biasanya melonjak drastis,” tegas Taruna Ikrar di tengah aktivitas sidak.

Sinergi Wilayah Perbatasan dan Pengawasan Ketat

Selain melakukan pengawasan lapangan secara fisik, Taruna Ikrar juga menggelar pertemuan konsolidasi dengan Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad. Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut fokus pada penguatan sinergi antara pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas pasokan di wilayah perbatasan.

Taruna menggarisbawahi bahwa posisi geografis Batam yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menghadirkan tantangan tersendiri. Potensi masuknya produk ilegal melalui jalur laut menjadi atensi utama otoritas pengawas.

“Batam adalah pintu gerbang strategis. Kami memperkuat pengawasan melalui kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha agar produk tanpa izin tidak membanjiri pasar,” lanjutnya.

Hasil Uji Cepat dan Edukasi Konsumen Cerdas

Selama proses sidak, tim ahli BPOM menjalankan sampling dan pengujian cepat (rapid test) terhadap produk pangan yang dicurigai mengandung zat berbahaya. Hasil sementara menunjukkan mayoritas produk di Batam telah mematuhi ketentuan keamanan pangan. Meski demikian, tim tetap menemukan beberapa pelanggaran administratif minor yang segera mendapatkan tindak lanjut tegas berupa pembinaan.

Taruna Ikrar juga memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi masyarakat agar tidak hanya mengandalkan pengawasan pemerintah. Ia mengajak warga menjadi konsumen mandiri yang cerdas dengan selalu menerapkan prinsip “Cek KLIK” sebelum melakukan transaksi:

  1. Cek Kemasan: Pastikan wadah tidak rusak, penyok, atau bocor.

  2. Cek Label: Baca detail komposisi dan informasi produk.

  3. Cek Izin Edar: Pastikan produk memiliki nomor registrasi resmi dari BPOM.

  4. Cek Kedaluwarsa: Pastikan produk masih dalam masa konsumsi yang aman.

Menuju Indonesia Emas 2045

Intensifikasi pengawasan nasional ini berlangsung secara serentak di seluruh penjuru Indonesia. BPOM berkomitmen mengawal keamanan komoditas dari hulu hingga ke meja makan konsumen. Upaya komprehensif ini merupakan bagian dari visi besar mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045, yang mensyaratkan sumber daya manusia sehat melalui sistem pengawasan obat dan makanan yang adaptif serta berdaya saing global.

“Peran aktif masyarakat sangat krusial. Dengan kesadaran kolektif, kita dapat mewujudkan Idulfitri yang aman, sehat, dan penuh berkah bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Taruna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *