Sidak BPOM di Batam, Taruna Ikrar Pastikan Obat dan Pangan Aman Jelang Lebaran

Berita198 Dilihat

BATAM, FARSA.ID — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kota Batam, Kepulauan Riau, untuk memastikan keamanan dan ketersediaan obat serta pangan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam kunjungan tersebut, Taruna Ikrar meninjau langsung sarana produksi, distribusi, hingga peredaran pangan di wilayah perbatasan yang dinilai strategis. Selain itu, ia memperkuat pengawasan pada aspek keamanan, mutu, izin edar, dan ketersediaan produk bagi masyarakat.

Selanjutnya, hasil pengawasan ini dilaporkan kepada Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin. Langkah ini menegaskan bahwa sektor obat dan makanan berperan penting dalam menjaga ketahanan nasional.

“Ketahanan obat dan makanan adalah bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, kami memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan terjangkau, khususnya menjelang Idulfitri,” ujar Taruna Ikrar.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Batam sebagai wilayah perbatasan memiliki dinamika distribusi tinggi. Oleh sebab itu, BPOM memperkuat sinergi lintas sektor guna mencegah masuknya produk ilegal.

Tidak hanya sidak, Taruna Ikrar juga memimpin rapat konsolidasi bersama jajaran BPOM setempat. Melalui langkah ini, ia memastikan strategi pengawasan berjalan optimal dari hulu hingga hilir.

Dalam kegiatan tersebut, Taruna Ikrar turut didampingi Staf Khusus BPOM RI, dr. Wachyudi Muchsin. Kehadiran tim pusat ini memperkuat pendekatan teknis sekaligus humanis di lapangan.

Sementara itu, Kepala Balai POM Batam, Ully Mandasari, menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Pertahanan di Batam juga mencakup peresmian Masjid Bintang Amin Angkasa serta kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari agenda sosial dan lingkungan.

Di sisi lain, Taruna Ikrar menunjukkan kepedulian sosial saat mengunjungi Kantor BPOM Batam. Ia berbagi tali kasih kepada para pekerja pendukung seperti satpam, sopir, petugas kebersihan, dan tukang kebun.

“Negara hadir tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui perhatian kepada setiap elemen yang berkontribusi, termasuk mereka yang bekerja dalam diam,” katanya.

Selama Ramadan, Taruna Ikrar aktif mengunjungi berbagai daerah untuk memastikan keamanan pangan dan ketersediaan obat tetap terjaga. Bersamaan dengan itu, BPOM melakukan sampling dan pengujian cepat terhadap produk yang beredar.

Hasil sementara menunjukkan mayoritas produk memenuhi ketentuan. Meski demikian, petugas tetap menindaklanjuti sejumlah pelanggaran administratif secara cepat dan tegas.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan prinsip “Cek KLIK” — Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa — sebelum membeli atau mengonsumsi produk.

Dengan demikian, intensifikasi pengawasan ini menjadi bagian dari komitmen BPOM dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *