Rektor Universitas Wira Bhakti Makassar: Saatnya Hapus Stigma Kuliah di PTS Pilihan Kedua

Berita153 Dilihat

MAKASSAR, FARSA.ID – Sebagian masyarakat masih menganggap perguruan tinggi swasta (PTS) sekadar opsi cadangan setelah perguruan tinggi negeri (PTN). Padahal, peta pendidikan tinggi di Indonesia sudah berubah drastis. Saat ini, banyak PTS menunjukkan mutu akademik yang setara, bahkan mampu mengungguli PTN lewat penguatan sumber daya manusia, riset, inovasi, hingga jejaring internasional.

Rektor Universitas Wira Bhakti Makassar, Dr. Ir. Abdul Haris, S.E., M.M., mengajak masyarakat menilai perguruan tinggi secara lebih objektif. Menurutnya, label negeri atau swasta bukan lagi penentu utama kualitas pendidikan. Sebaliknya, komitmen institusi dalam menjaga standar akademik dan mencetak lulusan kompetenlah yang paling utama.

“Masyarakat harus segera menghapus stigma bahwa kuliah di PTS adalah pilihan kedua. Faktanya, banyak PTS kini memiliki standar akademik, fasilitas, dosen, dan sistem pembelajaran yang sangat siap bersaing dengan PTN,” tegas Abdul Haris di Makassar, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan bahwa dinamika dunia pendidikan memaksa seluruh kampus untuk terus meningkatkan mutu. Oleh karena itu, baik PTN maupun PTS mengemban tanggung jawab serupa: menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten, dan adaptif terhadap perubahan dunia kerja.

Selanjutnya, Abdul Haris mengingatkan agar calon mahasiswa tidak hanya melihat popularitas institusi. Ia menyarankan calon mahasiswa memeriksa akreditasi program studi, kompetensi dosen, produktivitas riset, serta angka penyerapan alumni di dunia industri.

“Kampus yang baik selalu mampu membangun kompetensi mahasiswa dan menyediakan lingkungan akademik yang sehat,” tambahnya.

Guna mencapai standar tersebut, Universitas Wira Bhakti Makassar terus melancarkan berbagai langkah strategis. Kampus ini merancang kurikulum berbasis kebutuhan industri, meningkatkan kualifikasi dosen, serta memperluas kolaborasi dengan instansi pemerintah dan perusahaan swasta. Hasilnya, mahasiswa mendapatkan akses luas untuk program magang dan pertukaran mahasiswa.

Selain itu, Abdul Haris menekankan bahwa dunia kerja saat ini lebih mengutamakan keterampilan praktis daripada asal almamater. Perusahaan modern mencari tenaga kerja yang pandai berpikir kritis, mahir berkomunikasi, dan sigap memecahkan masalah.

“Industri membutuhkan bukti kemampuan, bukan sekadar nama besar almamater. Oleh sebab itu, mahasiswa harus fokus mengasah potensi diri selama masa kuliah,” jelasnya.

Pada akhirnya, ia mengajak para orang tua dan calon mahasiswa agar lebih percaya diri saat memilih PTS. Menurutnya, perubahan cara pandang masyarakat akan memperkuat ekosistem pendidikan nasional secara menyeluruh.

“Yang terpenting bukan status negerinya, melainkan bagaimana kampus mendidik mahasiswa menjadi pribadi yang berintegritas, inovatif, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *