farsa.id. Jakarta. – Ulasan singkat oleh : Ahmad Rifai : Anggota Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), Klaster Geografi,Kebencanaan dan Iklim, Kategori Ilmuwan Madya.
Seperti yang telah telah diketahui bersama, telah terjadi gempabumi pada hari Selasa tanggal 10 Januari 2023 jam 00:47:33 WIB dengan magnitude 7.5. sesuai data yang bersumber dari BMKG, Pusat Gempabumi (epicenter) terletak pada koordinat 7.37°LS 130.23°BT Pusat gempa berada di laut 136 km Barat Laut Maluku Tenggara Barat pada kedalaman 130 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda.
Usai gempa besar dengan magnitudo 7,5 tersebut, yang menggetarkan Maluku pada Selasa (10/1) dini hari tadi, sebuah fenomena geologi terjadi yaitu Muncul sebuah pulau baru di kawasan Desa Tanimbar, Tanimbar Utara, Maluku. fenomena ini kemudian menjadi viral di kalangan masyarakat, bahkan tak sedikit yang mengaitkan fenomena munculnya “pulau baru” ini dengan hal yang bersifat mitologi.
Perlu adanya penjelasan secara ilmiah dengan bentuk yang sederhana dalam menjelasakan fenomena tersebut, tulisan ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat agar fenomena tersebut, tidak dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan sehinga dihubung-hubungkan dengan hal-hal yang bersifat mitologi, fenomena munculnya daratan ini, merupakan bagian dari proses alamiah yang pada faktanya hal yang demikian sebelumnya sudah terjadi juga di Tsunami Aceh 2004 silam.
Fenomena ini merupakan dampak ikutan akibat gempa bumi, gempa bumi yang terjadi di Maluku pada 10/1/2023 ini merupakan jenis gempa dengan model thrusting atau biasa disebut sebagai patahan naik, dari subduksi laut Banda. Hal ini bisa dilihat dari analisis informasi lokasi terjadinya gempabumi dalam koordinat garis lintang dan garis bujur (Episenter) dan kedalamannya. “Dari model jenis gempa tersebut akan menyebabkan kenaikan atau uplift dan juga bisa menyebabkan penurunan atau subsidens di sisi yang lain,” Jadi dapat disimpulkan ahwa kemunculan daratan di permukaan laut tersebut merupakan bagian dari fenomena geologi. selanjutanya perlu adanya kajian mendalam, terkait hal tersebut.
Selaras dengan hal tersebut, Seyogyanya masyarakat harus memahami fenomena geologi seperti ini, agar dapat mengurangi tekanan psikologi dan kepanikan akibat gempabumi yang telah terjadi, serta masyarakat wajib mengikuti langkah-langkah mitigasi yang telah dihimbau oleh pemerintah sehingga dapat memperkecil dampak negatif dari bencana alam gempabumi.





