MBG dan Tingkat Pengelolaan Yang Lemah

Opini86 Dilihat

oleh: Makbul Ali Keliwouw

Ambon_Kamis (30 Juli 2026) Pemerintah mulai melaksanakan program makan bergizi gratis di 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 26 provinsi. Program tersebut merupakan realisasi janji kampanye Prabowo-Gibran yang dilontarkan tahun lalu_Ucap Makbul.

Di bawah komando Badan Gizi Nasional, program makan gratis itu digelar secara bertahap. Tahap pertama dimulai sejak Senin (06/01/2025). Target penerima makan bergizi gratis tahap pertama sebanyak 600 ribu pelajar. Lebih rendah dari target 3 juta pelajar untuk periode Januari-April. Alokasi anggaran juga turun menjadi Rp10 ribu per porsi.

Mengutip (laman indonesia.go.id), program makan bergizi gratis menelan anggaran Rp71 triliun pada 2025. Sedangkan, total kebutuhan anggaran program tersebut mencapai Rp450 triliun_kata Makbul.

Pemerintah menargetkan 83 juta penduduk menerima manfaat program pada 2029. Adapun para penerima program antara lain pelajar pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas, anak di bawah usia lima tahun atau balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

 

Dalam pelaksanaan diwarnai dengan keterlambatan pendistribusian makanan. Berdasar pewartaan (Tempo, Selasa (07/01/2025), Sekolah Dasar Negeri 06 Pulogebang, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, harus menunda pelaksanaan makan bergizi gratis. Program tersebut sedianya akan dilaksanakan pukul 09.00 WIB. Namun pihak katering baru tiba pukul 09.30 WIB.

Ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Dwi Sarbini M.Kes, menyayangkan keterlambatan yang membuat siswa harus menunggu untuk makan.“Siswanyaitu enggak bawa bekal dan harus nunggu makanan,” Tegas Makbul, Senin (13/01/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *