Dua Siswi SMAS Islam Lasharan Jaya Gowa Cetak Sejarah, Lolos PTN Melalui Jalur SNBT 2026

Berita231 Dilihat

GOWA, FARSA.ID – Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Islam Lasharan Jaya Gowa atau yang biasa disebut SMAILJA mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan pendidikannya setelah dua siswinya, Amanda Nur Hasanah dan Ainun Sri Latifa, berhasil lolos seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Keberhasilan ini menjadi pencapaian istimewa karena keduanya merupakan alumni pertama yang berhasil menembus PTN sejak sekolah tersebut berdiri pada tahun 2020.

Amanda yang lahir di Boyolali, Jawa Tengah, 27 Oktober 2007 diterima pada prodi Akuntansi Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Ainun yang lahir di Pangkep, Sulawesi Selatan, 12 Januari 2008, diterima pada prodi Matematika Universitas Halu Oleo, Kendari.

Keduanya sukses melewati persaingan ketat seleksi nasional yang diikuti ribuan calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Capaian tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMAS Islam Lasharan Jaya Gowa, para orang tua, guru, serta masyarakat Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Keberhasilan Amanda dan Ainun memiliki makna tersendiri bagi sekolah yang berlokasi di Dusun Sanrangan itu. Pasalnya, SMAS Islam Lasharan Jaya Gowa masih tergolong sekolah muda yang baru memasuki usia lima tahun dan hingga kini baru meluluskan tiga angkatan. Meski demikian, sekolah tersebut terus menunjukkan perkembangan melalui berbagai prestasi akademik yang diraih para siswanya.

Sejak berdiri, SMAS Islam Lasharan Jaya Gowa berkomitmen menghadirkan pendidikan yang memadukan keunggulan akademik, pembentukan karakter, dan nilai-nilai keislaman. Sekolah ini didirikan oleh (alm) Dr. Drs. H. Sahban Liba bersama H. Andi Nurlela, yang dibina langsung oleh Dr. Hernita, SE., MM, sebagai Dewan Pembina. Sementara, Dr. Iwan Perwira, SE, MM sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) dan Dra. Yayu Wahyuni Yuritman, M.Si. sebagai kepala sekolah.

Dr. Hernita mengatakan bahwa keberhasilan kedua siswi tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten sejak SMAILJA berdiri.

“Kami bersyukur atas pencapaian ini. Amanda dan Ainun telah membuktikan bahwa siswa dari sekolah yang masih muda mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan pembinaan yang berkelanjutan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas,” ujarnya.

Ditambahkan Hernita, capaian tersebut tidak diraih secara instan. Pada angkatan pertama yang lulus tahun 2023, belum ada alumni yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri.

Kondisi itu kemudian menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan pendampingan akademik. Hasilnya mulai terlihat pada angkatan kedua tahun 2024 ketika salah seorang alumninya, Fatimah, berhasil melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus memperkuat program pembinaan siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Puncak dari upaya tersebut terlihat pada tahun 2026 ketika Amanda dan Ainun berhasil menembus PTN melalui jalur SNBT.

Sementara itu, Dr. Iwan Perwira, menyebut keberhasilan tersebut sebagai momentum penting dalam perjalanan SMAS Islam Lasharan Jaya Gowa.

“Keberhasilan ini memiliki makna yang sangat besar karena diraih oleh sekolah yang masih relatif muda. Amanda dan Ainun telah mencatatkan sejarah baru bagi sekolah. Ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh usia sekolah ataupun lokasinya, melainkan oleh komitmen, dedikasi guru, dukungan orang tua, dan kesungguhan siswa dalam belajar,” ungkapnya.

Senada hal itu, Yayu Wahyuni Yuritman menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang baik antara siswa, guru, dan orang tua.

“Prestasi Amanda dan Ainun menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar sekolah. Mereka adalah contoh siswa yang memiliki semangat belajar tinggi, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas untuk terus berprestasi dan berani bermimpi besar,” katanya.

Amanda dan Ainun pun mengaku bersyukur atas hasil yang mereka raih. Keduanya menyampaikan terima kasih kepada orang tua, guru, dan seluruh pihak yang telah mendampingi mereka selama proses pendidikan.

“Kami sangat bersyukur atas hasil yang kami capai hari ini. Terima kasih kepada kedua orang tua, para guru, dan pihak sekolah yang selalu memberikan dukungan, motivasi, serta doa. Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap keberhasilan ini dapat memotivasi adik-adik kelas untuk terus berjuang meraih cita-cita mereka,” ujar Amanda dan Ainun.

Keberhasilan dua siswi tersebut menjadi bukti bahwa sekolah yang tumbuh di kawasan pedesaan pun mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing nasional. Bagi SMAS Islam Lasharan Jaya Gowa, capaian ini bukan sekadar prestasi akademik, melainkan awal dari tradisi baru yang diharapkan terus berlanjut pada generasi-generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *