LPPM UIM Al-Gazali dan BPOM RI Jajaki Kerja Sama Hilirisasi Produk Pangan Lokal

Berita196 Dilihat

JAKARTA, FARSA.ID – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali membahas peluang kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk memperkuat hilirisasi produk pangan lokal serta pengawasan keamanan pangan.

Pertemuan berlangsung di Jakarta pada Rabu, 18 Mei 2026. Ketua LPPM UIM, Dr. Ir. Suardi Bakri, M.P., IPU., C.EIA, bertemu langsung dengan Staf Khusus Kepala BPOM RI, Dr. Wahyudi Muchsin. Keduanya membicarakan pola kerja sama berbasis model ABG atau sinergi antara akademisi, bisnis, dan pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Suardi menegaskan bahwa UIM Al-Gazali memiliki sumber daya manusia dan unit penelitian yang siap mendukung program strategis BPOM, terutama pada bidang riset terapan, pendampingan teknis, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, ia menilai hasil riset kampus harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri. Karena itu, LPPM UIM mendorong penguatan hilirisasi produk pangan lokal agar lebih aman, bermutu, dan memiliki daya saing tinggi.

“Fokus kami adalah bagaimana SDM dan hasil riset di UIM bisa dikoneksikan langsung dengan kebutuhan lapangan, khususnya dalam hilirisasi produk pangan lokal yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Ini sejalan dengan fungsi LPPM sebagai jembatan antara kampus dan masyarakat,” ujar Dr. Suardi.

Sementara itu, Dr. Wahyudi Muchsin menyambut positif inisiatif yang dibangun LPPM UIM Al-Gazali. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat sistem pengawasan pangan sekaligus mempercepat hilirisasi hasil penelitian.

Ia menjelaskan, mekanisme kerja sama akan diawali melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara UIM dan BPOM RI. Setelah itu, kedua pihak akan menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mengatur implementasi teknis di lapangan sesuai program prioritas BPOM.

“Mekanisme kerja samanya akan dimulai melalui MoU antara UIM dan BPOM. Implementasi teknis di lapangan akan dijabarkan lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama atau PKS, sesuai dengan program-program prioritas yang ada di BPOM,” kata Dr. Wahyudi.

Melalui pertemuan ini, LPPM UIM Al-Gazali dan BPOM RI mulai menyusun kerangka kolaborasi yang lebih konkret. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola keamanan pangan nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan hasil riset kampus untuk kebutuhan masyarakat dan industri pangan.

Selain mendukung program hilirisasi nasional, kolaborasi itu juga membuka peluang pengembangan inovasi pangan lokal berbasis riset akademik yang sesuai standar keamanan dan kualitas produk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *