Ramadan Penuh Hikmah di BPOM: Taruna Ikrar Ajak Pegawai jadi Pasangan yang Dirindukan Surga

Berita200 Dilihat

JAKARTA, FARSA.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menggelar Kajian Ramadan di Gedung Bhinneka Tunggal Ika BPOM, Jakarta. Kegiatan tersebut menghadirkan pakar neuroparenting sekaligus motivator keluarga, dr. Aisah Dahlan, dan diikuti sekitar 800 jamaah yang terdiri dari pegawai BPOM, keluarga besar BPOM, serta masyarakat umum.

Selain menjadi ruang refleksi spiritual, kegiatan ini juga memperkuat nilai keluarga, akhlak, dan kepedulian sosial. Para peserta terlihat antusias mengikuti kajian yang membahas pentingnya memahami cara kerja otak manusia untuk membangun komunikasi sehat dalam rumah tangga.

Dalam pemaparannya, dr. Aisah Dahlan menjelaskan bahwa otak manusia memiliki lebih dari 100 miliar sel saraf atau neuron. Setiap neuron bahkan mampu membentuk sekitar 10.000 koneksi. Karena itu, total koneksi saraf di otak mencapai ratusan hingga ribuan triliun. Kompleksitas tersebut memengaruhi emosi, perilaku, serta cara seseorang merespons pasangan dan keluarga.

Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ini, perbedaan cara kerja otak laki-laki dan perempuan sering memicu kesalahpahaman dalam rumah tangga. Oleh sebab itu, pasangan perlu mempelajari pola komunikasi satu sama lain agar hubungan tetap harmonis.

“Ketika suami dan istri saling memahami cara berpikir serta cara merespons emosi pasangannya, keluarga akan menjadi tempat yang menenangkan. Rumah tangga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi tempat pulang yang penuh kasih sayang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga yang dibangun dengan kasih sayang, kesabaran, dan saling menghormati menjadi jalan menuju kebahagiaan dunia sekaligus akhirat.

Sementara itu, Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar menilai Ramadan sebagai momentum penting untuk memperbaiki diri. Ia mengajak seluruh pegawai BPOM meningkatkan kualitas spiritual sekaligus memperkuat keharmonisan keluarga.

“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Sebaliknya, bulan suci ini menjadi kesempatan memperbaiki diri. Saya berharap seluruh staf BPOM menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu menjadi pasangan yang dirindukan surga,” ujar Taruna Ikrar.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan karier harus berjalan seiring dengan keharmonisan keluarga serta akhlak yang baik.

Selain kajian keagamaan, BPOM juga menyerahkan tali kasih kepada 300 “pekerja senyap” di lingkungan lembaga tersebut. Mereka terdiri dari tukang kebun, sopir, resepsionis, dan petugas kebersihan yang selama ini berkontribusi menjaga kenyamanan lingkungan kerja.

Taruna Ikrar menegaskan bahwa para pekerja tersebut memiliki peran penting meski sering bekerja di balik layar.

“Mereka mungkin tidak selalu terlihat di depan, tetapi kontribusi mereka sangat besar. Ramadan mengajarkan kita untuk saling peduli dan menghargai setiap peran,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM RI dr. Elfi Ikrar berharap kegiatan Kajian Ramadan ini dapat memperkuat kebersamaan keluarga besar BPOM sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.

“Kami berharap kegiatan ini mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan empati. Semoga Ramadan membawa keberkahan dan menjadikan keluarga BPOM semakin solid serta harmonis,” ujarnya.

Kajian berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para jamaah mengikuti materi dengan antusias, sementara momen penyerahan tali kasih menghadirkan suasana haru. Melalui kegiatan ini, BPOM berharap nilai spiritual Ramadan semakin memperkuat integritas, empati, serta kebersamaan seluruh pegawai dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *