farsa – Anggota DPR/MPR RI Harvey Malaihollo menegaskan Indonesia merupakan bangsa yang besar dari sisi geografis dan jumlah penduduk yang berasal dari berbagai suku bangsa memerlukan perekat antar masyarakat.
Ia menyampaikan Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah perekat persatuan tersebut. “Bersyukurlah bangsa kita dianugerahi alat pemersatu untuk merajut persamaan dan persepsi kebangsaan untuk membangun bangsa, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Harvey dalam keterangannya, Rabu (5/7/2023).
Saat mealakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada Masyarakat Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Anggota DPR dari Partai Demokrasai Indoensia Perjuangan itu mengungkapkan salah satu unsur dari Empat Pilar itu adalah Pancasila. Ia menekankan Pancasila merupakan Ideologi dan dasar negara yang harus dijunjung tinggi, sehingga jika masih ada yang berpikir dan berucap ‘saya paling Pancasilais yang lain tidak’, itu sama saja mencederai hati dan jiwa seluruh rakyat Indonesia.
Selanjutnya, kata Harvey, ada NKRI. NKRI juga sudah sangat melekat dengan kehidupan bermasyarakat. Walaupun berbeda-beda, tetap menjunjung tinggi negara Indonesia sebagai tempat bernaung. “Saya beri contoh, di partai saya PDI Perjuangan. NKRI adalah sudah harga mati. Kita tidak lagi melihat dari suku mana dia berasal, yang penting kita adalah satu NKRI,” tegas Harvey.
Harvey juga mengajak Masyarakat untuk memegang teguh Empat Pialr Kebangsaan sebagai panduan dalam bermasyarakat dan benergara, “Jadi saya mengajak, mari kita semua pegang teguh Empat Pilar sebagai panduan kita dalam bermasyarakat dan bernegara. Hal ini harus terus kita saling mengingatkan. Apalagi, sebentar lagi kita akan menghadapi kontestasi penuh kompetisi di Pemilu 2024. Empat Pilar sebagai perekat kesatuan bangsa menjadi sangat penting,” ujar Harvey.






