Elon Musk Kenakan Batik Sulawesi Saat Hadiri B20 Secara Virtual. Netizen : Mas Elon Auto Kren Siap Kondangan.

Berita, Ekonomi, Nasional378 Dilihat

CEO Tesla dan Twitter, Elon Musk batal menghadiri acara The Business of Twenty (B20) Summit di Bali secara fisik. Namun, Musk tetap hadir secara virtual, Senin (14/11/2022).

B20 Summit Indonesia 2022 yang berlangsung pada 13-14 November 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali. B20 Summit merupakan rangkaian kegiatan dari Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Bali.

Masyarakat mungkin telah banyak dijejali dengan fungsi dan latar belakang G20 sebagai forum kerja sama multilateral. Namun, tak banyak kalangan masyarakat yang kenal dan paham dengan B20 atau Business 20. Padahal, di belakang B20, banyak tokoh ekonomi dan bisnis dunia yang berperan serta di dalamnya. B20 adalah salah satu engagement group terkemuka di dalam G20 yang berada di bawah Sherpa Track atau Jalur Sherpa. B20 sendiri lebih dikenal sebagai forum dialog antara komunitas bisnis global. B20 dibentuk pada 2010 dan melibatkan banyak perusahaan serta organisasi bisnis di dalamnya. B20 sendiri memiliki 1.000 lebih delegasi dari negara-negara G20. Mereka yang berada di dalamnya umumnya merupakan pemimpin perusahaan multinasional.

Elon Musk hadir mengenakan kemeja batik bomba yang berasal dari salah satu desa di Sulawesi Tengah serta melakukan panggilan virtual dalam kondisi gelap-gelapan.

Dalam pertemuan virtual itu, Musk juga meminta maaf dan mengaku kalau di kediamannya sedang mati lampu.
“Maaf, baru saja ada pemadaman listrik beberapa menit lalu, makanya saya seperti orang aneh di kegelapan. Saya duduk disini dalam gelap dikelilingi oleh lilin” ucap CEO Tesla dan Twitter ini.

CEO Tesla dan Twitter, Elon Musk batal menghadiri acara The Business of Twenty (B20) Summit di Bali secara fisik. Namun, Musk tetap hadir secara virtual, Senin (14/11/2022).

B20 Summit Indonesia 2022 yang berlangsung pada 13-14 November 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali. B20 Summit merupakan rangkaian kegiatan dari Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Bali.

Masyarakat mungkin telah banyak dijejali dengan fungsi dan latar belakang G20 sebagai forum kerja sama multilateral. Namun, tak banyak kalangan masyarakat yang kenal dan paham dengan B20 atau Business 20. Padahal, di belakang B20, banyak tokoh ekonomi dan bisnis dunia yang berperan serta di dalamnya. B20 adalah salah satu engagement group terkemuka di dalam G20 yang berada di bawah Sherpa Track atau Jalur Sherpa. B20 sendiri lebih dikenal sebagai forum dialog antara komunitas bisnis global. B20 dibentuk pada 2010 dan melibatkan banyak perusahaan serta organisasi bisnis di dalamnya. B20 sendiri memiliki 1.000 lebih delegasi dari negara-negara G20. Mereka yang berada di dalamnya umumnya merupakan pemimpin perusahaan multinasional.

Elon Musk hadir mengenakan kemeja batik bomba yang berasal dari salah satu desa di Sulawesi Tengah serta melakukan panggilan virtual dalam kondisi gelap-gelapan.

Dalam pertemuan virtual itu, Musk juga meminta maaf dan mengaku kalau di kediamannya sedang mati lampu.
“Maaf, baru saja ada pemadaman listrik beberapa menit lalu, makanya saya seperti orang aneh di kegelapan. Saya duduk disini dalam gelap dikelilingi oleh lilin” ucap CEO Tesla dan Twitter ini.

Penampilan Elon Musk ini menjadi viral dan menarik perhatian banyak netizen +62, yang berceloteh pada kolom komentar beberapa media dan tak jarang berkomentar receh :

“Mas Elon auto kren siap kondangan”

Anindya Bakrie yang merupakan moderator dalam perbincangan tersebut mengungkapkan, batik yang dikenakan Elon bernama Batik Bomba, yang berasal dari sebuah desa kecil di Sulawesi Tengah.

Yakni sebuah wilayah yang memiliki sumber daya alam, khususnya nikel yang sangat melimpah.

Dalam kesempatan tersebut, Anindya mengajak Elon Musk untuk datang ke Sulawesi Tengah untuk melihat adanya potensi bisnis.

Sebagai informasi, Batik Bomba merupakan batik khas Sulawesi Tengah, khususnya dari pengrajin di wilayah Kabupaten Donggala.

Bomba berasal dari bahasa Kaili yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah kembang atau bunga.

Dari latar belakang arti bahasa inilah yang membuat kebanyakan Batik Bomba bermotif kembang.

“Batik yang anda kenakan berasal dari Sulawesi Tengah, berasal dari desa kecil. Di mana tempat tersebut memiliki (sumber daya) nikel, mungkin anda akan ke sana,” ucap Anindya.

Penampilan Elon Musk ini menjadi viral dan menarik perhatian banyak netizen +62, yang berceloteh pada kolom komentar beberapa media dan tak jarang berkomentar receh :

“Mas Elon auto kren siap kondangan”

Anindya Bakrie yang merupakan moderator dalam perbincangan tersebut mengungkapkan, batik yang dikenakan Elon bernama Batik Bomba, yang berasal dari sebuah desa kecil di Sulawesi Tengah.

Yakni sebuah wilayah yang memiliki sumber daya alam, khususnya nikel yang sangat melimpah.

Dalam kesempatan tersebut, Anindya mengajak Elon Musk untuk datang ke Sulawesi Tengah untuk melihat adanya potensi bisnis.

Sebagai informasi, Batik Bomba merupakan batik khas Sulawesi Tengah, khususnya dari pengrajin di wilayah Kabupaten Donggala.

Bomba berasal dari bahasa Kaili yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah kembang atau bunga.

Dari latar belakang arti bahasa inilah yang membuat kebanyakan Batik Bomba bermotif kembang.

“Batik yang anda kenakan berasal dari Sulawesi Tengah, berasal dari desa kecil. Di mana tempat tersebut memiliki (sumber daya) nikel, mungkin anda akan ke sana,” ucap Anindya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *