Ambon, Farsa.ID – Kegiatan Aksi Muda Jaga Iklim (AMJI) 2025 yang diselenggarakan oleh Penjaga Laut Indonesia hari ini berlangsung meriah di pelataran Kampus UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Ambon, Ibu Ely Toisutta, sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota Ambon terhadap gerakan anak muda menjaga bumi.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang lebig banyak berfokus di wilayah pesisir, AMJI 2025 memilih kampus UIN AM Sangadji sebagai titik aksi utama. Lokasi ini dipilih untuk memperkuat pertukaran penguatan pengetahuan berbasis bukti (evidence-based knowledge sharing) antara komunitas muda dan mahasiswa, sekaligus memperingati bulan pemuda nasional.
Dalam sambutannya Regional Manager Yayasan EcoNusa Maluku, Gadri Ramadhan Attamimi, menyampaikan apresiasi dan atensi khusus kepada Ibu Wakil Walikota Ambon, Ely Toisutta atas kehadirannya dalam acara AMJIVERSARY 5.0 yang dilaksanakan di UIN AMSA Ambon. Menurutnya ini wujud nyata komitmen 17 program prioritas pemerintah Kota Ambon dalam mendorong anak-anak muda lebih peduli terhadap lingkungan dan iklim. Akhir-akhir ini kita merasakan langsung apa yang sekarang disebut sebagai krisis iklim, apalagi di pulau-pulau kecil seperti kita di Maluku sangat mendapatkan dampak langsung dari krisis iklim seperti naik permukaan air laut, musim yang tidak menentu, dan bencana ekologis lainnya. Hal ini perlu kerja bersama antara berbagai pihak baik akademisi, NGO, dan Pemerintah.
Kegiatan AMJI di Kota Ambon juga menjadi penutup rangkaian Aksi Muda Jaga Iklim yang serentak digelar oleh jaringan komunitas Penjaga Laut di seluruh Indonesia. Di Kota Ambon, semangat aksi ditutup dengan penuh tawa, kebersamaan dan tekan untuk terus menjaga lingkungan
Komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk Iklim dan Lingkungan
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Ely Toisutta menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon terhadap 17 program prioritas BetaAmbon, di bawah kepemimpinan saya dengan Wali Kota Ambon Pak Bodewin Wattimena, salah satu fokus utama program tersebut adalah penurunan emisi karbon, terutama pada isu iklim dan lingkungan termasuk aspek laut, pesisir terutamanya pengelolaan sampah di Kota Ambon. Kita perlu bersama-sama dengan anak-anak muda di Kota Ambon yang merupakan penggerak lingkungan ini berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan perlindungan terhadap lingkungan, apalagi menurut Bunda Ely biasa di sapa, anak-anak muda di Kota Ambon ini adalah basis kekuatan yang dapat membantu pemerintah Kota Ambon untuk penyadartahuan kepada masyarakat. Contoh kecil sekarang ini, Pemkot Ambon sudah mengeluarkan larangan pemakaian plastik sekali pakai pada industri retail.
Dekan Fakultas Hukum dan Syariah UIN AM. Sangadji mengatakan bentuk kolaborasi multipihak antara pemerintah, NGO, Komunitas dan Kampus adalah langkah baik dan harus terus di dorong. Apresiasi kami berikan kepada Yayasan EcoNusa yang telah mendukung komunitas di Kota Ambon dan Penjaga Laut Indonesia untuk bisa masuk ke kampus memberikan penguatan kapasitas dan sharing pengetahuan tentang pentingnya iklim dan lingkungan. Kampus sebagai menara gading akan terus berkomitmen dalam menjaga iklim dan lingkungan, apalagi mahasiswa kami sekarang ini kami dorong untuk dapat berperan aktif, mengmbil andil dalam advokasi isu lingkungan baik di Maluku dan Kota Ambon.
Kehadiran Pemerintah Kota Ambon dalam setiap Penyelenggaraan AMJI menjadi simbol dukungan yang konsisten. Sejak AMJI pertama di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) pada tahun 2021, hingga kegiatan di Pantai Leimena (2022), Pattimura Park (2023), dan Taman Balai JMP (2024)- Pemerintah Kota Ambon selalu hadir bersama anak muda menjaga bumi.
Aksi Nyata Mahasiswa dan Komunitas Lokal
Tahun ini, AMJI di hadiri oleh 30 organisasi baik dari Mahasiswa Pencinta Alam, Komunitas Pencinta Alam, NGO lokal, Komunitas Peduli Lingkungan, Organisasi Mahasiswa, OKP, dan Ormas yang peduli terhadap lingkungan. AMJI di UIN AM. Sangadji juga menjadi ruang lahirnya inisiatif advokasi lingkungan baru. Melalui hasil diskusi Talk Show antar peserta yang hadir dari seluruh organisasi bersepakat untuk mengadvokasi isu pengelolaan sampah di kawasan STAIN dan sekitarnya pada wilayah administrasi Negeri Batumerah
maraknya pembangunan kos-kosan di area tersebut dinilai turut memperparah permasalahan sampah. Limbah domestik yang tidak dikelola dengan bijak, menambah volume sampah plastik di sekitar pemukiman. sebagai tindak lanjut, komunitas lingkungan di bawah koordinasi Himpunan Program Studi Fakultas Hukum dan Syariah UIN AM Sangadji berkomitmen untuk menyusun kertas kebijakan (policy brief). Dokumen ini akan mendorong lahirnya regulasi lokal terkait pengelolaan sampah kos-kosan dan kebijakan berkelanjutan untuk hutan, laut dan pesisir Pulau Ambon
Apresiasi Untuk UIN AMSA Ambon
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Rektor UIN AMSA, Dr. Abidin Wakano, dan Dekan Fakultas Hukum dan Syariah, Eka Dahlan Uar, atas dukungan dan fasilitas penuh terhadap kegiatan AMJI 2025. Dukungan akademisi dianggap penting untuk memperkuat kolaborasi antar kampus dan komunitas muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di Kota Ambon.
Aksi Muda Jaga Iklim 2025 bukan sekedar kegiatan simbolis, melainkan langkah kongkret anak muda Ambon untuk menjaga bumi dari krisis iklim. Gerakan ini menegaskan pesan bahwa Ini Aksi, Bukan sensasi. Dengan semangat Beradat Jaga Laut, Beradat Jaga Hutan, para pemuda Ambon membuktikan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari identitas dan budaya.






